Pengertian Majelis Ilmu Menurut Para Tokoh

PENGERTIAN MAJELIS ILMU – Secara bahasa majelis berasal dari bahasa arab yang artinya duduk. Sementara majelis adalah tempat duduk. Prof. DR., Buya HAMKA mengartikannya sebagai ‘Duduk bersama’.15 Secara istilah majelis adalah berkumpulnya beberapa orang ( 3 orang atau lebih, ada juga yang mengatakan dua cukup) di suatu tempat untuk merundingkan atau membicarakan suatu urusan. Dalam Islam, majelis ilmu adalah berkumpulnya beberapa orang di suatu tempat (utamanya di masjid) yang bersih dan baik untuk membahas atau mempelajari ilmu syar’i.

Dari pengertian tersebut, majelis ilmu tentu berbeda dengan majelis ghibah atau majelis gosip. Majelis ilmu berbeda dengan majelis senda gurau dan guyonan yang isinya hanya tertawaan dan candaan saja. Ingat, disebut dengan majelis ilmu atau majelis kajian jika yang dibahas di dalamnya adalah ilmu. Mendahulukan ilmu yang wajib, kemudian ilmu yang fardhu kifayah dan ilmu-ilmu yang baik setelahnya.

Kata Majelis Menurut Prof. DR. Buya HAMKA

Prof. DR. Buya HAMKA menambahkan, lAsal mulanya (kata majelis adalah) duduk bersama mengelilingi Nabi karena hendak mendengar ajaran ajaran dan hikmah yang akan beliau keluarkan.’16

Kata Majelis dalam Al Qur’an

Kata mejelis dapat kita temukan di dalam Al Quran, setidaknya dalam surat a1 Mujadalah ayat ke11 yang berbunyi,

Artinya: ”

Wahai orang-orang yang beriman, apabila dikatakan kepada kalian ‘Berilah kelapangan didalam _ . majelis-majelis.’ Maka lapangkanlah, niscaya Allah akan memberikan kelapangan untuk kalian. “

PERJALANAN MAJELIS ILMU DARI MASA KE MASA

pengertian majelis ilmu

Ketika Rasulullah SAW dan para sahabat hijrah dari Makkah ke Madinah, hal pertama yang dilakukan oleh. Rasulullah SAW adalah membangun masjid bersama para sahabat. Di antara faktor penting mengapa masjid yang dibangun pertama kali adalah; Pertama, Masjid didirikan sebagai.

tempat beribadah berupa shalat, dzikir, i’tikaf, membaca Al Qur’an dan lainnya. Kedua, Masjid. dibangun sebagai tempat pertemuan Rasulullah SAW dengan para sahabat Ketiga, Masjid dibangun sebagai tempat diadakannya majelis-maj elis ilmu.17 Keempat, masjid dibangun sebagai tempat persinggahan para musafir. Kelima, masjid dibangun sebagai sumber informasi bagi “mat Islam.

Salah satu tujuan Rasulullah SAW membangun masjid adalah untuk mengadakan majelis ilmu. Di masjid para shahabat diajarkan banyak ilmu hingga lahir seorang sahabat yang ahli dalam tulis menulis seperti Ubadah bin Shamit, lahir pula seorang sahabat yang banyak hafalan haditsnya dari Rasulullah SAW, yaitu Abu Hurairah. Hudzaifah bin Yaman juga lulusan dari masjid.

Beliau ahli dalam hal haditshadits fitnah. Dari fakta sejarah tersebut, jelaslah bahwa majelis ilmu telah diadakan sejak masa Rasulullah SAW. Bahkan majelis ilmu sesungguhnya telah dimulai oleh Rasulullah SAW dan para sahabat ketika masih di kota Makkah, yaitu dirumah sahabat Arqom walau dengan sembunyi-sembunyi.18

Pada masa Khulafa’ur Rasyidin19 dan khalifahkhalifah setelahnya tidak banyak berubah, majelis majelis ilmu sangat banyak diadakan di masjid- masjid. Pada masa dimana sahabat-sahabat20 Rasulullah SAW masih hidup, majelis-majelis para sahabat dihadiri para Tabi’in.21 Pada masa Tabi’in, yang menghadiri dan mengikuti majelis mereka adalah para atba’ Tabi’in.22 Kemudian majelis-majelis atba’ Tabi’in dihadiri dan diikuti oleh ulama-ulama setelahnya seperti Imam Syafi’i, Muhammad bin Hasan as Syaibani, Abu Yusuf al Qadhi dan lainnya. Majelis-majelis Imam Syafi’i dan yang sepantaran dengannya diikuti dan dihadiri oleh para ulama setelahnya seperti Imam Ahmad bin Hanbal, Yusuf bin Yahya al Buwaithi, az Za’farani dan lainnya.

Majelis-majelis Imam Ahmad bin Hanbal dan ulama yang segenerasi dengannya diikuti dan dihadiri oleh ulama-ulama setelahnya seperti Imam Bukhari, Irham Muslim, Abu Daud, Tirmidzi dan lainnya. Begitulah majelis-mejlis ilmu berjalan dan bertahan di tiap generasinya.

Bahkan, ketika terjadi penaklukan wilayah, maka yang pertama dilakukan adalah membangun Masjid dan diadakan di dalamnya majelis-majelis ilmu. Pengajarnya adalah. sahabat-sahabat binaan Rasulullah SAW dan para ulama setelah mereka yang tentu tujuannya adalah menyampaikan syari’at dan syi’ar Islam.23

Pengadaan majelis ilmu di masjid-masjid terus berlanjut di setiap generasi. Dalam kondisi tenang tentu majelis ilmu di masjid akan dipenuhi oleh para penuntut ilmu dari seantero negeri. Pada masa sulit seperti perang dan penguasa yang tiran, maka majelis ilmu di masjid-masjid adalah penggerak yang melahirkan generasi emas di kemudian hari yang membebaskan umat islam dari kesengsaraan.

Sebagaimana majelis ilmu yang menjadi penggerak ketika jatuhnya akhlak penguasa pada masa Umayyah, Abasiyyah dan Utsmaniyyah. Secara terperinci bahkan lahirnya generasi ayyubiyah nantinya tidak terlepas dari peran para ulama di majelis-majelis ilmu, Seperti Imam Al Ghazali, Abdul Qodir Jaelani dan ulama-ulama lainnya.

Keadaan tersebut terus berlanjut sampai saat ini. Di masjid nabawi masih terus bertahan dengan baik majelis-majelis ilmu, bahkan diadakan majelis-majelis dengan bahasa yang berbeda-beda. Begitu pula di masjid-masjid lainnya, Majelis ilmu menjadi wadah terbaik umat untuk merasakan akan manisnya taman surga.

Tidak saja di jazirah arab yang sudah terkenal dengan keilmuan dan juga majelis ilmunya, di negara-negara lain pun majelis ilmu kian semarak hingga sampai ke indonesia

Baca Juga

Leave a Comment