Gambaran Surga dan Neraka

Gambaran Surga dan Neraka, Antara Nikmat dan Azab

Surga dan neraka memang masih menjadi misteri, seperti apakah tempat yang adanya di akhirat tersebut. Kita hanya bisa mengetahui gambaran kedua tempat tersebut melalui ayat Al Qur’an maupun hadits Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Gambaran itu pun masih belum bisa menggambarkan seberapa indahnya kenikmatan yang ada di surga. Begitu pula, tidak bisa menggambarkan kedahsyatan siksa neraka. Semua yang ada di dunia ini belum bisa menggambarkan apapun di kedua tempat tersebut.

Seperti contohnya, di surga itu juga ada susu, tapi, susu di surga tidak bisa dibandingkan dengan yang ada di dunia. Pasti susu di surga lebih baik dari yang ada di dunia ini.

Tapi, kita bisa mempelajari beberapa gambaran tentang surga dan neraka berdasarkan dua pedoman umat Islam, yaitu Al Qur’an dan hadits.

Gambaran Surga dalam An Naba’ Ayat 31-36

Ada ayat yang menggambarkan bagaimana keadaan penghuninya kelat. Banyak sekali kenikmatan yang akan diperoleh ketika seseorang masuk ke dalam surga.

Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa mendapat kemenangan, (yaitu) kebun-kebun, buah anggur, gadis-­gadis remaja yang sebaya, dan gelas-gelas yang penuh (berisi minuman). Di dalamnya mereka tidak mendengar perkataan yang sia-sia dan tidak pula perkataan) dusta. Sebagai balasan dari Tuhanmu dan pemberian yang cukup banyak. (QS. An Naba’: 31-36)

Dalam surat An Naba’ ayat 31-36 memiliki hubungan dengan ayat yang sebelumya. Pada ayat yaitu ayat 21-30 surat An Naba’ Allah memberitakan tentang temat kembalinya orang-orang yang mendustakan Al Qur’an dan ingkar terhadap adanya hari kebangkitan, dalam ayat 31-36, Allah memaparkan tempat kembalinya orang-orang yang mengimani Al Qur’an dan adanya hari kebangkitan.

Selain itu, di ayat 21-30 surat An Naba’, Allah menggambarkan tentang neraka jahannam dan apa saja yang ada di dalamnya. Sedangkan dalam An Naba’ ayat 31-36, Allah memberitakan tentang apa saja yang akan diperoleh orang-orang yang masuk ke surga.

Seperti bunyi dari An Naba’ ayat 31-36, di situ digambarkan, bahwa orang yang bertakwa itu akan memperoleh banyak sekali kenikmatan. Seperti kebun-kebun, buah anggur, bersama dengan gadis yang sebaya, serta gelas yang berisi minuman. Bahkan, di dalam surga nanti, orang-orang di dalamnya tidak akan mendengarkan perkataan yang sia-sia.

Gambaran Surga dalam Al Insaan Ayat 21

Selain dalam surat An Naba’, di dalam surat Al Insaan juga ada penggambaran bagaimana penghuni surga itu, Tetapnya ada di ayat 21.

Mereka memakai pakaian sutra tebal dan dipakaikan kepada mereka gelang terbuat dari perak, dan Tuhan memberikan kepada mereka minuman yang bersih. (QS. Al-Insaan: 21)

Dari ayat di atas digambarkan tentang pakaian para penghuni surga. Orang-orang yang masuk ke surga akan memakai pakaian dari sutra yang tebal. Selain itu, penghuni surga juga akan memakai gelang yang terbuat dari perak. Nggak cuma di situ aja kenikmatan surga, para penghuninya juga akan meminum minuman yang bersih.

Selain ayat tersebut, ada juga hadits yang menjelaskan bagaimana pakaian para istri penghuni surga itu. Hadits tersebut diriwayatkan oleh Harmalah dari Ibnu Wahb dari Umar, bahwa Darraj (Abu Sammah) menceritakan kepadanya dari Abu Haitsam dari Abu Sa’id Al Khudri dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam,

Sesungguhnya seseorang di Surga akan bertelekan selama tujuh puluh tahun sebelum ia bergerak. Lalu istrinya datang kepadanya dan menepuk bahunya, ia pun memandangi istrinya dan tampak olehnya mukanya di dahi istrinya lebih jelas daripada cermin.

Dan sesungguhnya mutiara yang paling kecil yang dipakai istrinya dapat menerangi apa yang ada di antara timur dan barat. Lalu istrinya menyalaminya dan ia pun menjawab salam salam itu seraya bertanya, “Siapakah anda?” Istrinya menjawab: “Akulah tambahan.”

Dan sesungguhnya istrinya itu memakai tujuhpuluh pakaian, dan pakaian yang paling rendah sama seperti kaca, pandangannya menembus hingga ia dapat melihat sum-sum istrinya itu dari balik pakaiannya. Dia memakai pula mahkota. Dan mutiara yang paling kecil pada mahkota itu dapat menerangi apa yang ada diantara timur dan barat.

Gambaran Surga dalam Ali Imron

Pemandangan Indah
khazanahalquran.com

Dunia itu hanya sementara, akhiratlah yang selamanya, di sana kelak, akan ada hari di mana ada hukuman dan hadiah, surga dan neraka. Pada hari kiamat kelak, akan ada imbalan yang sempurna atas tindakan yang dilakukan manusia.

Setiap yang bernyawa akan merasakan mati. Dan hanya pada hari kiamat sajalah diberikan dengan sempurna balasanmu. Barang siapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga, sungguh, dia memperoleh kemenangan. (QS. Ali Imran : 185)

Salah satu balasan yang diharapkan adalah dimasukkan ke dalam surga, tempat yang penuh dengan kesenangan. Surga itu seluas langit dan bumi, sebagaimana yang disebutkan dalam surat Ali Imran ayat 133.

Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa, (QS. Ali Imran : 185)

Dengan surga yang begitu luas, tentu kita akan dapat merasakan kenikmatan yang luas juga. Tapi, surga itu disediakan hanya untuk orang-orang bertakwa. Orang yang taat menjalankan segala perintah Allah dan menjauhi segala larangan-Nya.

Tentang Bidadari Surga

Kenikmatan surga lain yang disediakan oleh Allah kepada hamba-Nya yang bertakwa adalah bidadari cantik bermata jeli. Kecantikan para bidadari surga ini tidak bisa ada yang menandinginya di dunia. Bahkan, bidadari surga ini selalu perawan dan memunyai senyum dan paras menawan.

Ada beberapa ayat Al Qur’a yang menyebutkan tentang bidadari surga ini.

demikianlah. Dan Kami berikan kepada mereka bidadari. (QS. Ad-Dukhan :54)

Menurut tafsir Jalalain, makna ayat di atas adalah dijodohkan atau dibuat senang dengan bidadari-bidadari yang memiliki kulit putih dan mata jeli, serta sangat cantik wajahnya.

Selain itu, ada juga ayat lain yang menyebut bidadari seperti pada sutar Al Waqi’ah ayat 22-23.

Dan ada bidadari-bidadari bermata jeli, laksana mutiara yang tersimpan baik. (QS. Al Waqi’ah : 22-23)

Bidadari di dalam surga memiliki mata yang jeli, selain itu, mereka juga laksana mutiara yang masih ada di dalam kerang. Selalu terlindungi dari hal yang tidak baik.

Sesungguhnya Kami menciptakan mereka (bidadari-bidadari) dengan langsung dan Kami jadikan mereka gadis-gadis perawan, penuh cinta lagi sebaya umurnya. (QS. Al Waqi’ah : 35-37)

Bidadari surga juga diciptakan sebaya dengan pasangannya, tak pernah tua, dan selalu perawan. Pasangan dari para bidadari surga akan merindukan kecantikan wajahnya, sopan tutur katanya, rasa kasih dan sayangnya, serta keindahan penampilannya.

Selain ayat Al Qur’an, ada juga hadits yang menyebutkan tentang sosok bidadari surga ini. Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim, bidadari surga memiliki bau yang sangat harum dan semerbak. Bahkan, jika seorang bidadari diturunkan ke bumi, maka keharumannya dapat memenuhi antara langit dan bumi. Selain itu, bidadari juga akan menyinari langit dan bumi.

Dengan penggambaran yang begitu indah, apakah kamu tidak merindukan untuk masuk ke dalam surga? Tentu kita semua merindukannya, tinggal bagaimana caranya agar sampai ke dalamnya.

Taman Surga

Taman Hijau dan Indah
fadhilza.com

Di dalam surga juga terdapat taman yang indah lho. Ada banyak kenikmatan di taman-taman surga ini, seperti buah-buahan yang lezat, sungai indah, dan pepohonan rindang.

Di dalam kedua surga itu terdapat segala macam buah-buahan yang berpasang-pasangan (QS. ar-Rahmaan: 52)

Di dalam keduanya ada (macam-macam) buah-buahan dan kurma serta delima (QS. ar-Rahmaan: 68)

Dan (di dalam Surga terdapat) buah-buahan yang banyak, yang tidak berhenti (buahnya) dan tidak terlarang mengambilnya (QS. al-Waaqi’ah: 32-33)

Seperti yang ada dalam ayat-ayat di atas, ada berbagai kenikmatan dari buah-buahan surga. Kita tidak dilarang untuk mengambil berbagai macam buah surga. Bahkan, buah surga itu tidak ada habisnya.

Dan (di dalam Surga terdapat) buah-buahan dari apa yang mereka pilih. Dan daging burung dari apa yang mereka inginkan. Dan (di dalam surga itu) ada bidadari-bidadari yang bermata jeli, laksana mutiara yang tersimpan baik. Sebagai balasan bagi apa yang telah mereka kerjakan (di dunia) (QS. al-Waaqi’ah: 20-24)

Malaikat yang Menjaga Surga

Malaikat yang menjaga surga adalah Malaikat Ridwan, tugasnya untuk menjaga surga dan juga penduduknya agar merasa tentram dan aman. Malaikat Ridwan jugalah yang akan menyambut orang beriman ketika memasuki surga dengan wajah yang berseri dan ucapan selamat.

Siksa Neraka Orang yang Membunuh

Dalam Islam, persoalan pembunuhan bukanlah perkara yang kecil dan remeh. Ada banyak ayat dan hadits yang berkaitan dengan hal ini. Akan ada ancaman bagi para pelaku pembunuhan yang mengakibatkan hilangnya nyawa kaun muslimin tanpa adanya alasan yang dibenarkan oleh syariat.

Bahkan, di sisi Allah, nyawa kaum muslimin itu memiliki nilai yang cukup tinggi, seperti yang disabdakan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.

“Hancurnya dunia lebih ringan di sisi Allah dibandingkan terbunuhnya seorang muslim.” (HR. An-Nasa’i)

Dari hadits di atas, tentulah kita dapat mengetahui, bahwa nyawa seorang muslim itu tinggi nilainya di sisi Allah. Dan tentu saja, akan ada hukuman yang berat bari para pelaku pembunuhan.

Ketika ada seorang manusia yang menumpahkan darah yang haram ditumpahkan, maka akan agama akan menjadi sempit baginya. Dadanya akan terasa sempit terhadap ajaran dari agama itu, sampai akhirnya dia keluar dari agama Isam secara menyeluruh.

Dan barang siapa membunuh seorang mukmin dengan sengaja, maka balasannya ialah Jahannam, kekal ia di dalamnya dan Allah murka kepadanya, dan mengutukinya serta menyediakan azab yang besar baginya. (QS. An Nisa’: 93)

Dari ayat di atas, Syaikh Utsaimin menarik kesimpulan, ada lima ancaman atau hukuman yang Allah siapkan, bagi mereka pelaku pembunuhan.

Ditempatkan dalam neraka Jahannam untuk selamanya.

  1. Allah akan memurkainya
  2. Allah akan melaknatnya
  3. Disiapkan baginya sisaan yang pedih bagi orang yang sengaja membunuh seorang yang beriman.
  4. Agama akan dijadikan sempit baginya.

Gambaran Neraka untuk Pemabuk

Neraka
wajibbaca.com

Islam melarang kita meminum khamr. Hal ini karena khamr itu merupakan induk dari segala kejahatan. Seperti dalam sebuah hadist dari ‘Abdullah bin ‘Amr radhiyallahu anhuma, bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda.

“Khamr adalah induk dari segala kejahatan, barangsiapa meminumnya, maka shalatnya tidak diterima selama 40 hari, apabila ia mati sementara ada khamr di dalam perutnya, maka ia mati sebagaimana matinya orang Jahiliyyah.” (Hasan: [Shahiih al-Jaami’ish Shaghiir (no. 3344)], ath-Thabrani dalam al-Ausath (no. 3810))

Bahkan, ada sebuah hadits berisi ancaman yang lebih keras untuk para pecandu khamr. Dan dari Abud Darda’, dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda:

“Pecandu khamr tidak akan masuk Surga.” [Shahiih Sunan Ibni Majah 2721], [ash-Shahiihah, no. 678], Sunan Ibni Majah (II/1121, no. 3376).

Bahkan, ketika dimasukkan ke dalam neraka, maka akan ada siksaan yang begitu pedih untuk para pemabuk.

“Barangsiapa mati dalam keadaan tidak berhenti minum arak, niscaya Allah ta’ala akan memberinya minum air sungai Ghuthah. Yaitu sungai di neraka yang bersumber dari kemaluan para pelacur (wanita-wanita pezina).” (Dhaif, diriwayatkan Ahmad, Ibnu Hibban, dan Al-Hakim)

Neraka Jahannam untuk Pezina

Selain minum khamr, ada lagi perbuatan buruk yang harus kita jauhi, yaitu zina. Bahkan, di dalam Al Qur’an, kita dilaran untuk mendekati zina.

Dan janganlah kamu mendekati zina, karena sesungguhnya zina itu adalah faahisah (perbuatan yang keji) dan seburuk-buruk jalan (yang ditempuh oleh seseorang) (Al-Israa : 32)

Ayat di atas sangat menekankan bahwa kita dilarang untuk berzina. Mendekati zina saja kita dilarang, apalagi melakukannya.

Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam menyampaikan bahwa Iblis menyebar bala tentaranya ke muka bumi, berkata.

“Siapa di antara kalian yang menyesatkan seorang muslim akan aku kenakan sebuah mahkota di kepalanya. Siapa yang paling besar fitnahnya paling dekatlah kedudukannya kepadaku. Salah satu tentaranya menghadap dan berkata, ‘Aku akan terus menggoda si fulan sampai ia mau menceraikan istrinya.’ Iblis berkata, ‘Aku tidak akan memberikan mahkota sebab pasti nanti ia menikah lagi dengan yang lain.’ Tentara yang lain menghadap dan berkata, ‘Aku akan terus menggoda si fulan sampai aku berhasil menanamkan permusuhan antara ia dan saudaranya.’ Iblis berkata, ‘Aku tidak akan memberikan mahkota sebab suatu saat ia pasti berdamai lagi.’ Tentara yang lain menghadap dan berkata, ‘Aku akan terus menggoda si fulan sampai ia berzina.’ Iblis berkata, ‘Wah, bagus sekali itu.’ Lalu Iblis mendekatkan tentaranya itu kepadanya dan meletakkan mahkota di atas kepalanya.” (Diriwayatkan oleh Abu Nu’aim dari jalur Ibrahim bin Al-Asy’ats (berkata), telah menceritakan kepada kami Fudhail bin Iyadh dari Atha’ bin Saib dari Abu Abdurrahman As-Sulami dari Abu Musa secara marfu’)

Sungguh mengerikan jika kita sampai terjerumus ke dalam zina. Semoga Allah melindungi kita dari keburukan setan dan bala tentaranya.

Ketika tentara Iblis mendapatkan mahkota, para pezina akan mendapat azab kelak di neraka.

Rasulullah SAW juga bersabda, “Di Jahanam ada sebuah Iembah yang dipenuhi oleh ular berbisa. Ukurannya sebesar leher unta. Ular-ular itu akan mematuk orang yang meninggalkan shalat dan akan menggerogoti tubuhnya selama 70 tahun, lalu terkelupaslah daging-dagingnya. Di sana juga ada lembah yang namanya Jubb al-Huzn. la dipenuhi ular dan kalajengking. Ukuran kalajengkingnya sebesar bighal (peranakan kuda dan keledai). Ia memiliki 70 sengat. Masing-masing memiliki kantung bisa. Ia akan menyengat pezina dan memasukkan isi kantung bisanya ke dalam tubuh pezina itu. Ia akan merasakan pedih sakitnya selama 1000 tahun. Lalu terkelupaslah daging-dagingnya dan akan mengalir dari kemaluannya nanah dan darah busuk.” (Dhaif, diriwayatkan Ahmad dan Al-Haitsami)

Gambaran Neraka dalam Hadits

Api
syahida.com

Neraka Jahannam itu seburuk-buruk tempat kembali, kedalamanya sampai melebihi dalamnya lubang yang ada di bumi. Kenapa disebut sebagai jahannam? Jahannam artinya adalah sesuatu yang memiliki dasar amat dalam. Abu Hurairah mengatakan.

“Kami dulu pernah bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Tiba-tiba terdengar suara sesuatu yang jatuh. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam lantas bertanya, “Tahukah kalian, apakah itu?” Para sahabat pun menjawab, “Allah dan Rasul-Nya yang lebih mengetahui.” Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam kemudian menjelaskan, “Ini adalah batu yang dilemparkan ke dalam neraka sejak 70 tahun yang lalu dan batu tersebut baru sampai di dasar neraka saat ini.” (HR. Muslim no. 2844)

Tentu tak terbayangkan, seberapa dalam neraka Jahannam itu, batu dilemparkan ke dalamnya saja, baru sampai dasar setelah 70 tahun.

Selain kedalamannya, neraka juga dipenuhi oleh teriakan orang kafir yang dilemparkan ke dalamnya. Neraka akan mendidih setiap kali ada orang kafir yang masuk ke dalamnya.

Sufyan Ats Tsauri mengatakan, “Neraka itu mendidih gara-gara orang kafir yang masuk di dalamnya. Gambaran mendidihnya adalah seperti sebuah biji yang jumlahnya sedikit mendidih dalam air yang jumlahnya banyak.” (Tafsir Al Qur’an Al ‘Azhim, 14/73)

Neraka bahkan bisa marah kepada orang kafir.

Syaikh ‘Abdurrahman bin Nashir As Sa’di -rahimahullah- berkata, “Neraka hampir-hampir saja terpecah lantaran marah pada orang-orang kafir. Lantas bagaimana tanggapanmu, apa yang akan dilakukan neraka pada orang-orang kafir tersebut ketika mereka berada dalam neraka?!” (Tafsir Al Karimir Rahman, hal. 876)

Malaikat Penjaga Neraka

Malaikat yang bertugas menjaga neraka adalah Malaikat Malik, pemimpin dari para malaikat penjaga neraka.

dan mereka berseru: ‘Hai Malik, biarlah Tuhanmu membunuh kami saja.’ Dia menjawab, ‘Kamu akan tetap tinggal (di neraka ini).’ (QS. Az-Zukhruf :77)

Malaikat Malik bertugas untuk memimpin seluruh malaikat penjaga neraka yang tersebar di berbagai tingkatan neraka. Para malaikat yang bertugas tersebut, disifatkan oleh Allah memiliki watak yang keras dan kasar tetapi tidak pernah melanggar perintah Allah.