Inilah Bahaya Hidup Tanpa Ilmu

KULTUM RAMADHAN – ilmu adalah sarana utama untuk menggapai tujuan hidup manusia, apapun tujuannya. Sebagaimana yang dikatakan oleh imam Syafi’i, ”Barangsiapa yang menginginkan dunia, maka hendaklah dengan ilmu. Barangsiapa yang menginginkan akhirat, maka hendaklah dengan ilmu.

Barangsiapa yang mengingikan keduanya, maka hendaklah dengan ilmu Namun jika ilmu tidak dirnlliki seseorang dalam mengarungi kehidupan, terlebih dalam beragama, maka akan membahayakan diri sendiri dan orang lain. Di antara bahaya hidup tanpa ilmu adalah;

Suka Mencela dan Menganggap Sesat

Suka Mencela

Di tengah masyarakat kita ada banyak majelis ilmu. Bermajelis ilmu baik sebagai penyemarak kehidupan, namun sering terjadi persaingan. Tidak jarang majelis satu dan yang lainnya saling mencela ‘ dan menyesatkan bahkan mengkafirkan. N a’udzubillah. Tentu hal seperti ini akan membuat bingung masyarakat aWam dan menjadikan kaum muslimin terkotak-kotak

Kurangnya ilmu adalah penyebab utama masalah tersebut. Kita pernah mendengar riwayat jika imam Syafi’ 1 yang menganggap qunut subuh itu rukun, namun tidak berqunut ketika menjadi imam shalat subuh di Madinah. Mengapa? Karena imam Syafi’ 1 menghormati masyarakat di kota Madinah.

Sebaliknya, kita mendengar pula riWayat bahwa imam Ahrrtad bin Hanbal membaca qunut ketika mengimami shalat subuh di Mesir, padahal beliau menganggap qunut buka rukun dalam shalat subuh. ‘ Mengapa? Karena Imam Ahmad bin Hanbal

menghormati umat Islam di Mesir yang berqunut ketika shalat subuh karena bermadzhab Syafi’iyah. Mereka tidak saling sesat-menyesatkanf dan mereka tidak saling mencela.

Orang yang berilmu seperti imam Syafi’i dan imam Ahmad bin Hanbal tidak mempermasalahkan perbedaan yang memang masih ada ruang pendapat di dalamnya. Namun generasai-generasi setelahnya yang kurang dalam keilmuan ada di antara mereka yang saling bunuh hanya karena berbeda dalam. tata cara ibadah dan muamalah, padahal perbedaannya masih bersifat furu’ atau cabang. Perbedaan bidang furu’ masih boleh orang berbeda pendapat

Tidak berilmu dalam beribadah sangat berbahaya. Contoh adalah orang yang telah rutin dalam menjalankan suatu ibadah tanpa ilmu, akan sulit menerima tatacara ibadah orang lain yang berbeda dengannya. Orang semacam ini akan cenderung mencela dan menganggap orang lain yang berbeda

dengannya sesat. Orang yang telah berilmu pun bisa terjerat bila tidak memahami ilmu secara
menyeluruh, atau memahami Islam hanya setengahsetengah. Maka pemahaman” secara menyeluruh adalah cara terbaik agar tidak mudah mencela dan menganggap sesat sesama musllm.

Suka Berprasangka Buruk

Berbaik sangka, itulah yang diajarkan Allah dan rasul-Nya kepada kita dalam mengarungi kehidupan bermasyarakat. Tentu hal ini mencakup Setiap aspek dalam kehidupan, tidak terkecuali interaksi dalam ibadah Namun keterbatasan ilmu seringkali membuat orang cepat berburuk sangka, bahkan sesama muslim yang bersaudara pun hal ini sering terjadi.

Orang yang pahamnya kalau bismillah dalam shalat jahr (Maghrib, Isya dan Subuh) itu harus jahr (dikeraskan) akan cendrung berburuk sangka ketika diimami seorang imam yang membaca bismillah secara siir (dibaca tanpa bersuara), hingga kadang tidak jarang ada yang membatalkan diri dari shalat jamaah.

Seringkali masalah yang diperdebatkan di tengah masyarakat adalah masalah cabang, atau masalah-masalah yang memang boleh berbeda pendapat. Membaca Bismillah misalnya, boleh jahr boleh siir.

Berlebih-lebihan dalam Ibadah

Para da’i sering begitu gigih mengajak umat untuk beramal ibadah. Mengajak tahajud bersama, subuh berjamaah, satu hari satu juz, gerakan sedekah dan lain sebagainya. Mudah-mudahan niat ikhlash para da’i kita dibalas dengan balasan yang“ berlipat ganda oleh Allah yang Maha Pemurah.

Namun, seringkali ajakan-ajakan beramal ibadah ini tidak dilandasi dan tidak disertai dengan ilmu yang memadai. Hingga tidak jarang kita mendapatkan orang yang merasa berdosa jika bolong puasa Senin Kamisnya (padahal itu sunnah), namun tenang-tenang saja jika shalatnya tidak tepat waktu.

Tidak sedikit orang yang menangis sendu di malam hari (shalat tahajud), namun berdiri loyo ketika menunaikan shalat Subuh. Dhuha tidak pernah ditinggalkan, namun khusyuk ketika shalat wajib tidak diupayakan. .

… Ketika ibadah tidak dilandasi dengan ilmu, maka kesia-siaan yang akan didapatkan. Karena yang cabang dilakukan mati-matian, sedangkan yang pokok malah sering terabaikan.

Keras Terhadap Sesama Muslim

Orang yang tidak berilmu itu sangat keras pertentangannya terhadap sesama muslim. Mungkin sudah umum di telinga kita, seorang muslim mengacungkan golok kepada seorang ustadz yang akan ceramah karena merasa berbeda paham.

Beberapa jamaah yang memukuli seorang imam karena merasa imam tidak sepaham dengan mereka. Kisah tersebut adalah kekerasan dalam bentuk fisik, namun kekerasan dalam bentuk non fisik juga sering terjadi. Seperti gampang mengkafirkan kelomPOk atau muslim yang tidak ‘sekajian’, dan lain sebagainya.

Ketika ibadah tidak dilandasi dengan ilmu, maka kesia-siaan yang akan didapatkan. Karena yang cabang dilakukan mati-matian, sedangkan yang pokok malah sering terabaikan.

Orang yang berilmu itu seharusnya bersikap lembut kepada sesama muslim, karena muslim itu bersaudara. Ketika terjadi diskusi antara imam Syafi’i dan imam Ahmad bin Hanbal dalam masalah kafirnya orang yang meninggalkan shalat, tidak ada kata-kata kasar keluar dari mulut mereka berdua, apalagi sampai adu jotos.

Suatu kali ketika kami memberikan ceramah yang tanpa disangka menyinggung seorang suadara kami yang lain.

Setelah selesai ceramah, saudara kami ini menyampaikan ketidaksukaannya kepada kami, tapi melalui orang lain, ketika disarankan kepada saudara kami ini untuk langsung“ berdiskusi kepada kami, maka saudara kami ini dengan lantang mengatakan, ”kalau kami berdialog, maka besar kemungkinan akan adu jotos.” Mudah-mudahan Allah mengampuni kami yang bodoh ini dan saudara kami

Sedikit Ilmu dan Tidak Beradab

Ketiadaan ilmu seringkali membuat orang tidak beradab. Karena ilmu adalah alat terbaik untuk bisa merealisasikan adab Islam ke dalam kehidupannya. Semenatara Islam adalah agama yang sangat memperhatikan adab. Sering kita temui, sekelompok orang yang secara pakaian sangat Islami, namun ketika ada majelis ilmu yang dianggap tidak sepaham dengan mereka, mereka ngerumpi di tempat yang

sama dengan tempat diselenggarakannya majelis ilmu itu bahkan tertaWa terbahak-bahak. Seorang yang beradab akan menjaga suasana yang tenang untuk saudara muslimnya yang lain.

Baca Juga

2 thoughts on “Inilah Bahaya Hidup Tanpa Ilmu

Leave a Comment